MENGENAL KATEGORI BASE OIL MENURUT API (American Petroleum Institute)

Pelumas merupakan faktor penting di dunia automotif maupun di industri. Komposisi pelumas yaitu base oil + Additive, sedangkan komposisi untuk grease/gemuk yaitu base oil + additive + Thickener/pengental. Beberapa pabrikan pelumas menawarkan sejumlah tipe bahan dasar base oil, seperti yang kita tau bersama beredar di pasaran misalnya oli mineral dan oli synthetic. Tapi ternyata, base oil mineral dan base oil synthetic juga terbagi menjadi beberapa grup.

APA PERBEDAAN BASE OIL?

American Petroleum Institute (API) mengkategorikan minyak dasar menjadi lima kelompok (API 1509, Lampiran E), dengan Kelompok I hingga III berasal dari minyak mentah, Kelompok IV sepenuhnya sintetis, dan Kelompok V menjadi kategori umum untuk semua jenis minyak lainnya selain 4 kelompok diatas. 

Sebelum membahas kategori base oil menurut (API), parameter apa yang digunakan untuk menentukan kategori tersebut? berikut penjelasan mengenai parameter utama yang digunakan untuk menentukan kategori base oil:

  1. Viskositas index
    Viskositas indeks merupakan laju perubahan kekentalan (Viscosity) seiring perubahan temperatur. Semakin tinggi VI-nya, semakin luas temperature kerja pelumas dari suhu tinggi atau suhu rendah.
  2. Saturasi
    Saturasi atau dikenal dengan kejenuhan, yaitu jenis molekul yang biasa dijumpai dalam base oil. Jenis molekul ini tidak memiliki ikatan rangkap. Ikatan rangkap bisa menjadi pusat reaksi kimia. Base oil dengan saturasi tinggi cenderung kurang reaktif dan lebih tahan terhadap oksidasi (kerusakan oli). Inilah mengapa tingkat saturasi tinggi menjadi salah satu fitur penting pada base oil. Saturasi yang tinggi biasanya diperoleh dengan cara pemurnian
  3. Sulfur
    Sulfur memiliki sifat sebagai pengotor karena sifatnya asam dan bisa mengkorosifkan komponen tertentu pada sistem pelumasan dan merusak ikatan hydrocarbon pada pelumas sehingga menurunkan umur pakai pelumas

Group I
Base Oil Grup I merupakan minyak dasar konvensional yang paling dasar,  melalui penyulingan pelarut dan mengandung lebih dari 0,03% berat sulfur, saturasi kurang dari 90% dan kisaran indeks viskositas 80 hingga 120, untuk base oil di group 1 ini menawarakan harga yang lebih murah tetapi durability dan life time yang  terbatas.

Group II
Base Oil Grup II menggunakan teknologi pemurnian hydrotreating. untuk menghilangkan komponen yang tidak diinginkan pada minyak mentah, dengan lebih dari 90% saturasi dan sifat antioksidan yang lebih baik. Untuk Group II ini bernilai tinggi dan umum digunakan di pasaran saat ini.

Group III
Base Oil Grup III adalah oli mineral yang paling dimurnikan, dengan tingkat kemurnian lebih dari 90% saturasi dan indeks viskositas lebih dari 120. Oli ini diproduksi menggunakan proses special high severity version of hydroprocessing atau biasa disebut dengan severe hydrotreating, sehingga menghasilkan oli dasar yang lebih murni. Beberapa bahkan menganggapnya sebagai oli “teknologi sintetis”.

Group IV
Base oil Grup IV berjenis polyalphaolefin (PAO) Polyalphaolefin adalah bahan kimia yang dibuat 100% di pabrik, dan bukan dari proses pemurnian minyak bumi. Untuk Group IV menawarkan suhu yang lebih luas namun memiliki harga yang lebih tinggi di pasaran karena pemrosesan yang lebih kompleks.

Group V
Base oil Grup V mencakup semua minyak dasar lainnya, termasuk silikon, ester fosfat, polialkilena glikol (PAG), poliolester, biolube, dll. Cocok digunakan di beban kerja ekstrim dan suhu temperature kerja yang luas.

JADI MINYAK DASAR MANA YANG TERBAIK?

Saat memilih base oil terbaik untuk mesin Anda, base oil dari grup II dan III bisa direkomendasikan karena secara karakteristik kinerjanya yang lebih unggul dari base oil group I namun dari sisi harga lebih kompetitif dari base oil grup IV dan V. 

Base oil group II diproduksi dengan minyak mentah yang telah diolah dengan teknik hidrotreating, yang menghilangkan kotoran dan menghasilkan base oil dengan karakteristik kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan minyak dasar Kelompok I serta stabilitas oksidatif yang sangat baik dan masa pakai oli yang lebih lama.. 

Dalam beberapa tahun terakhir, sub kelompok baru base oil Grup II telah muncul yang disebut Grup II+. Pelumas dasar ini diproduksi menggunakan teknik pemrosesan hidro yang ditingkatkan yang menghasilkan minyak dasar dengan karakteristik kinerja yang lebih baik dari pada minyak standar Grup II. Base oil Grup II+ memiliki indeks viskositas yang lebih tinggi, yang berarti lebih stabil dan kecil kemungkinannya untuk mengencer pada suhu tinggi atau mengental pada suhu rendah. Pelumas tersebut juga memiliki stabilitas oksidatif yang lebih baik, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk aplikasi berkinerja tinggi.

Base oil Petro-Canada disuling menggunakan Proses Kemurnian HT, yang memastikan bahwa Saturasi base oil 99,9% sebening kristal dan bebas dari kotoran yang dapat memengaruhi kinerja dan masa pakai mesin.

Dengan menggunakan pelumas yang terbuat dari base oil ultra-murni, Anda dapat memberikan masa pakai mesin yang lebih lama, pengurangan biaya perawatan, dan peningkatan kinerja, bahkan dalam kondisi yang ekstrim. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana Pelumas Petro-Canada menggunakan Proses Kemurnian HT untuk membuat minyak dasar paling murni , dan lihat bagaimana pelumas berkualitas tinggi kami dapat bermanfaat bagi mesin Anda.