Mitos Atau Fakta Menaikan Viskositas Pelumas Kompressor Screw Dapat Menghilangkan Penguapan

Pelumas kompresor tidak hanya dituntut untuk melindungi komponen mesin seperti sekrup, roda gigi, bantalan, slide, seal, dan komponen lainnya dari keausan, tetapi juga harus memiliki ketahanan terhadap kekentalan, suhu, proses oksidasi, serta kemampuan untuk memisahkan air. Berikut adalah beberapa tantangan yang dihadapi oleh pelumas kompresor : 

TANTANGAN PADA PELUMAS KOMPRESSOR

  1. Tantangan terhadap suhu tinggi
    Pada mesin kompresor sekrup, suhu ideal berkisar antara 85-95°C. Jika suhu meningkat dan pendinginan kompresor tidak berfungsi dengan baik, oli kompresor akan mudah rusak dan mengakibatkan penipisan lapisan oli (oil film).

  2. Tantangan terhadap proses oksidasai
    Kita tahu bahwa pelumas memiliki kelemahan terhadap O2. Sistem kerja mesin kompresor yang mengambil udara dari luar dan menekannya di sekrup hingga menjadi udara bertekanan menyebabkan pelumas berinteraksi langsung dengan udara. Oleh karena itu, pelumas kompresor diberikan aditif penstabil oksidasi.

  3.  Memisahkan dengan air
    Kondensasi pada kompresor sering terjadi, terutama pada kompresor yang tidak bekerja selama 24 jam penuh. Air dalam kompresor dipisahkan oleh oil separator. Maka dari itu, pelumas harus memiliki ketahanan dan kemampuan untuk memisahkan oli dengan air. Meskipun pelumas memiliki kemampuan memisahkan dengan baik, kontrol terhadap volume air tetap diperlukan agar tidak terjadi emulsi pada pelumas.

  4. Kemampuan Terhadap kekentalan
    Produsen sudah merancang kerapatan mesin untuk jalur sirkulasi pelumas. Dari panduan mesin (manual book), kita dapat mengetahui viskositas yang tepat untuk mesin, misalnya ISO VG 32, 46, atau 68. Pelumas yang rusak akan berdampak pada kekentalannya. Biasanya, dengan suhu ekstrem atau beban kerja yang tidak sesuai spesifikasi, kekentalan pelumas akan berkurang. Ketika kekentalan pelumas berkurang, penipisan lapisan oli (oil film) akan terjadi, dan pada oil separator, semakin kecil penampang oli, dapat menyebabkan oil carryover atau oli masuk ke dalam produksi.

MENGGUNAKAN PELUMAS YANG LEBIH KENTAL DARI SPESIFIKASI APAKAH AMAN ?

Salah satu kendala pada pelumas kompresor adalah penguapan, sehingga sering diperlukan penambahan (top up). Buruknya lagi, pada pelumas mineral dari Grup 1 yang memiliki kandungan sulfur tinggi, akan meninggalkan tumpukan karbon pada mesin, sehingga mempercepat overhaul pada mesin.

Untuk mengatasi masalah ini, beberapa teknisi biasanya meningkatkan kekentalan pelumas dari spesifikasi yang seharusnya, dengan asumsi bahwa pelumas yang lebih kental akan tahan terhadap penguapan, tanpa mengetahui efek negatifnya.

EFEK NEGATIF MENINGKATKAN KEKENTALAN PELUMAS

Seperti penjelasan di atas, produsen sudah merancang kerapatan mesin untuk jalur sirkulasi pelumas. Berikut adalah efek negatif yang muncul:

  1. Keausan yang meningkat.
    Meskipun pelumas yang lebih kental memiliki lapisan oli (oil film) yang lebih baik, pelumas yang lebih kental berpotensi menyebabkan keterlambatan distribusi oli. Selain itu, komponen yang tidak dapat dilewati pelumas akan mengalami keausan.

  2. Overheat pada kompressor
    Komponen yang tidak dapat dilumasi dengan baik berpotensi meningkatkan suhu akibat gesekan antar logam yang tidak dilumasi secara optimal. Jalur sirkulasi pelumas dari radiator juga akan terhambat, sehingga pendinginan tidak optimal, dan pelumas yang tidak didinginkan dengan baik akan lebih cepat rusak dan menurunkan kinerja aditif pada pelumas

  3.  Merusak komponen filter
    Salah spesifikasi kekentalan juga dapat mempercepat penggantian part kompresor yang konsumabel, seperti filter oli yang cepat kotor akibat peningkatan partikel logam pada mesin, dan penyumbatan pada separator, sehingga separator tidak mampu memisahkan udara dengan baik.

Gunakan pelumas sesuai spesifikasi atau saran dari manual book. Konsultasi untuk mendapatkan penawaran terbaik untuk perawatan dan kebutuhan suku cadang kompresor sekrup di seluruh Indonesia, khususnya untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY.